10 Brand UMKM keren Menurut Andika
Doyan banget makan pempek ? kalua kamu penggemar pempek , kamu wajib mencobah pempek yang satu ini . yakni pempek ladas . jangan kaget kalau pempek ini tidak seperti pempek –pempek pada umumnya yang terkenal karna memiliki took fisik, pempek ladas adalah pempek yang terkenal d imedia social
Owner dari pempek ladas ialah tri wahyudi , meski masi terbilang newbie , namun pempek asli Palembang ini sudah memiliki banyak pengemarnya lohhh.
Mekuipun usianya pempeknya belum genap satu tahun , bahkan belum genap enam bulan . lokasi pempek ladas berada di mutiara vll blok 00 no 2-3 ciputat sawah baru, tanggerang selatan . pempek milik agung ini benar – benar pempek asli Palembang ,setlah itu di kirim ke Jakarta sebelum di distribusika di seluruh Indonesia .
Untu
akun instagramnya www.instagram.com/pempekladas
. anda pasti tidak akan menyesal.
2.
Yulia
Palembang authentic cake
Menonjolkan penganan khas kota Palembang menjadi ciri dari toko kue Yullia Palembang Authentic Cake. Bermacam produk kue seperti bolu kojo, lapis legit, selai srikaya dan nasi minyak menjadi produk unggulan toko yang berlokasi di Jalan Lingkaran 1 nomor 481 Dempo ini.
Memasuki toko yang bernuansa American Vintage, konsumen langsung disuguhkan dengan aneka jajanan yang ditaruh dalam rak kue yang berjajar di depan tembok. Pemilik toko juga memasang nama kue sehingga konsumen yang akan berbelanja, tak kebingunan dengan penganan yang akan dibeli.
sejak pertama kali berdiri tahun 1994,
yang mana pertama kali bernama Toko kue Yullia, hanya menjual bahan pembuatan kue. Pada
2016 bertransformasi menjadi pusat oleh-oleh Palembang.
Toko kue
Yullia beroperasi setiap hari dan dibuka mulai pukul 07.00 sampai 22.00 atau
bisa menghubungi di nomor telepon 0711-350791. Untuk memudahkan konsumen
memilih variann bisa juga difollow akun media sosial instagram
@nastaryulliapalembang dan path Yullia Nastar.
3. Fun fries
Makanan kekinian yang
baru hadir di kota Palembang ini cukup
di minati oleh masyarakat di palembang . di buktika denan di buka nya
beberapa gerai di Palembang.
Makanna yang berbahan baku kentang dengan tambahan daing sapi atau ayam dan tambahan dressing ini cukup cocok dengan lidah orang Palembang . dan porsinya pun cukup besar
Pemilik
makanan kekinian ini terdiri dari beberapa orang anak muda salah satunya bro piyan ,
mantan karyawan salah satu hotel bintang lima ini ingin membuat konsep
yang berbeda dari makan kekeinian yang lain , beliua ingin membuat makanan yang
ada di restaurant bintang lima dengan harga kaki lima.
Untuk lokasi nya sendiriAlamat: Jl. Dr. M.
Isa No.588-4, Kuto Batu, Kec. Ilir Tim. II, Kota Palembang, Sumatera Selatan
30118
Tutup⋅ Buka pukul
16.00 samapi
jam 10 malam
Inntagram wwww. Instagram.com/fun.fries_
4.
Happy
4/20 coffe
Pelaku Bisnis kopi saat ini memang sedang menjamur di Kota Palembang, mulai dari remaja hingga orang dewasa minum kopi. Banyaknya kedai kopi di kota pempek ini membuat perekonomian meninggkat, lantaran tidak sedikit digemari kawula muda.
Seperti halnya Happy 4/20 coffe. Kopi produksi rumahan tersebut saat ini sangat digemari oleh kawula muda yang ada di Kota Palembang.Berbagai jenis olahan kopi dikemas dengan bentukan botol madu dengan istilah botol gepeng.
Berbagai macam kopi yang ada diantaranya kopi Semendo, Aceh Gayo hingga Bajawa Flores. Dengan kemasan yang unik kopi ini membuat para penikmat minuman pekat terus mencari. Bagaimana tidak satu bulan Cold Brew menjual 150 hingga 250 botol.Dengan omset lima hingga tujuh juta perbulan, membuat pemilik usaha ini terus meningkatkan produk milik mereka.
Maul (27) beserta Nigel (27), sepasang suami istri yang mencetuskan kopi instan dalam botol ini mengatakan, bahwa mereka tidak sengaja membuat kopi dalam kemasan tersebut, bermula dari ide yang tidak disangka dan akan berkembang seperti ini.
"Kemasannya kan kecil jadi gampang dibawa kemana saja, kelebihan kopi ini
kafeine nya tidak besar bahkan hanya beberapa persen saja, kalau harga kan
cukup ekonomis satu botol cukup Rp 27 ribu," ujarnya.
Kopi happy 4/20 ini enak diminum ketika dingin dan tidak perlu dimasak lagi, minuman berwarna pekat ini dapat dibeli di rumah toko (ruko) Frozen Mart yang terletak di Jalan Ahmad Yani dan di kedai kopi lainnya seperti di bingen cafe, volk cafe hingga giant coffee, ataupun memesan secara online di Instagram @happy420cold brew.
5.
thai tea
- Thai Tea minuman yang lagi happening ini mulai memikat lidah orang Palembang, dari tampilannya terlihat segar dan aroma khas nya mampu membuat orang tergiur untuk mencicipi.
Minuman khas Thailand ini, sekarang tak hanya ditemukan dinmall saja, melainkan dipinggiran. Namun soal rasa tak mau kalah
Salah satu Lokasi yang menyajikan Thai Tea yakni 555 Thai Tea, berlokasi di Jalan Pangeran SW Subekti Bukit Kecil Palembang, Senin (27/2/2018)
Ternyata Thai tea diracik dengan bahan yang sangat sederhana, yaitu terdiri dari gula, krimer, susu dan tentunya dilarutkan dengan seduhan Teh khas yang berasal dari Gajah Putih ini.
Tidak salah kalau rasa Thai tea begitu khas Dan menyegarkan
Di outlet 555 ini, Saat panas terik pelanggan rela sabar mengantri, karena dari pantauan wartawan Sripo sebagian besar pelanggan berpendapat rasa Thai tea Yg dihasilkan outlet ini manisnya pas, rasa Thai tea lebih pekat dan tidak bikin enek
Owner 555 Thai tea, Yan Santana mengatakan untuk menjaga agar konsumen tidak bosan, ada beberapa menu baru yang tidak kalah menyegarkan yaitu Milk soda, seperti hal nya Thai Milk soda ala 555 ini, masih berbahan dasar Susu kental manis, tapi yang membuatnya begitu spesial adalah campuran rasa nya, berasal dari sirup biasa dipakai restoran bar bintang 5, yaitu Monin Syrup dengan berbagai Varian seperti Blue Curacao, Bubble Gum, Hazelnut, Mojito Mint, Caramel, Wildberry, coconut Dan masih banyak rasa lainnya
555 Thai Iced Tea (@555thaitea) • Instagram photos and videos
6, Sucang aa
Ditangan anak-anak muda asal Palembang ini, kacang-kacangan seperti kacang hijau, kacang kedelai dan almond di olah menjadi minuman yang sehat dan kekinian.
M Ikhsan Kamil, Yoga Dwi Pangestu dan Achmad Alifo merupakan anak-anak muda almuni Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) yang berinovasi menghadirkan minuman susu kacang sehat kekinian pertama di Indonesia.
"Kita inginnya berbisnis itu ada manfaat yang bisa disampaikan untuk pelanggan yang menikmatinya," kata Ikhsan saat di Sucang Aa yang ada di Jalan Lunjuk Jaya, Kecamatan Ilir Barat I.Ikhsan dan teman-temannya berwirausaha di bidang makanan dan minuman dengan nama Sucang Aa untuk minuman dan Aa Sandwich untuk makannya.
"Kita sudah riset produk kacang-kacangan ini sangat baik untuk tubuh terlebih untuk perempuan, karena ketika mengkonsumsi kacang-kacangan akan meningkatkan hormon estrogen," katanya.Ia pun menceritakan, bahwa melihat saat ini lagi trend minuman kekinian.
Namun sudah banyak seperti thai tea, milk tea, boba dan lain-lain sudah banyak dan menjamur."Makanya kita pilih alternatif lain untuk menikmati minuman kekinian yaitu membuat kacang hijau, kacang kedelai dan almond jadi minuman kekinian," ungkapnya.
Untuk harganya cukup terjangkau mulai Rp 8 Ribu hingga Rp 25 Ribu. Lalu untuk topping harganya mulai Rp 3 Ribu hingga Rp 5000."Yang paling diminati itu Cangle Hazelnut, Cangjo Special Mix dan Cangmond Original," bebernya.
Inntagram
wwww. Instagram.com/sucang.aakl
7.
Songket Zainal
Gerai Songket Zainal di Palembang
berlokasi di Jalan Ki Gede Ingsuro No.173, 32 Ilir, Ilir Barat II, Palembang,
Sumatera Selatan.
Songket Zainal merupakan usaha
songket yang sudah turun menurun. Sekarang pemesanan Songket Zainal pun sudah
bisa dibeli melalui online jika tidak sempat untuk mengunjungi lokasi.
Bahkan, brand Songket Zainal
sudah dikenal di berbagai sudut Indonesia. Karena proses pembuatan songket
secara manual, jadi Songket di Songket Zainal dijual dengan harga yang tidak
murah.
Hal ini sepadan, karena proses
pembuatan yang memakan waktu lama. Apalagi benang yang ditenun adalah benang
emas.
Harga Songket Zainal rata-rata
dengan kisaran mulai dari Rp5 - Rp15 juta. Tapi memang, ada beberapa songket
dengan harga terjangkau, dilihat dari bahan yang dibuat.
Cara merawat Songket, salah
satunya jangan ditaruh di tempat yang langsung terkena matahari. Kemudian
jangan sampai lembab dan paling penting jangan terlalu lama disimpan.
Inntagram
wwww.
Instagram.com/zainalsongketofficial
8.
Boyan craft and accessorid
Pontianak (ANTARA) - Berawal dari
hobi membuat kerajinan tangan, Dewi Arisanti pelaku usaha mikro kecil dan
menengah (UMKM) berhasil membangun sebuah bisnis rumahan bernama Boyan Craft
and Accessoris di Pontianak yang omzetnya bisa mencapai Rp5 jutaan
per bulan.
“Saya tidak sengaja menggeluti usaha ini dari dulu memang sudah suka membuat
kerajinan tangan. Awalnya hanya untuk dipakai dan dikoleksi secara pribadi.
Namun, waktu itu secara tidak sengaja ada teman yang melihat salah satu karya
saya kemudian ia meminta untuk dibuatkan kerajinan tersebut. Mulai dari situ
saya kembangkan dan tekuni kerajinan tangan,” ujar Dewi saat ditemui di
rumahnya di Jalan Tabrani Ahmad, Pontianak, Minggu.
Dewi mengatakan, ia mulai menyukai kerajinan tangan ketika masih duduk di
bangku SMP, di sekolahnya dia diajarkan bagaimana membuat berbagai produk
handicraft.
“Dasarnya saya membuat kerajinan tangan dari SMP. Di sekolah pada salah satu
mata pelajaran kita diajarkan cara menciptakan suatu benda yang layak jual,
jadi sekarang hanya perlu mengembangkannya,” tutur nya.
Ia mulai merintis usahanya pada tahun 2011 dan baru fokus menjalankan bisnis
nya pada tahun 2013. Pada saat baru memulai usaha, ia sempat mengalami suatu
kendala yaitu sulitnya mencari karyawan yang memenuhi kriteria.
“Ketika baru memulai usaha, kendala nya yaitu mencari karyawan yang bagus dan
rapi dalam membuat kerajinan tangan. Kalau yang bisa banyak tapi dapat
menghasilkan produk dengan kualitas baik belum tentu,” katanya.
Produk-produk yang sudah ia hasilkan hingga kini antara lain rajutan, yang
berupa bunga, kotak tisu, bros, dan lain-lain. Mayoritas produknya dibuat dari
bahan baru, tapi ada juga yang menggunakan barang bekas. Produk yang ia buat
berkisar Rp5 ribuan - Rp250 ribuan.
“Mayoritas kerajinan yang saya buat dari bahan baru. Akan tetapi ada juga yang
dari barang bekas, misalnya tas, dompet, dan gantungan kunci,” katanya.
Untuk pemasarannya ia upload foto produknya ke sosial media, mengikuti
pameran-pameran dan memasukkan karyanya ke UMKM Center.
“Penjualannya online dan offline, bisa langsung datang ke rumah. Saya juga
memasarkan produk saya lewat sosial media dan bersyukur juga banyak yang
memesan. Produk saya dapat dibeli secara grosiran maupun per buah. Untuk
pembelinya sendiri ada juga yang dari luar kota misalnya Sintang,” tutur nya.
9. Hureem by fia
Arfiani, Owner Hureem by Fia memiliki passion di dunia fesyen ini
semakin memantapkan diri terus berkarya menghasilkan produk-produk fesyen
syar’i yang modern, simpel, elegan namun terjangkau banyak kalangan. Fia
mengatakan tetap berkarya denan menjaga kualitas secara berkesinambungan. Di tahun
ini Fia memiliki beberapa rencana dan strategi-strategi baru yang akan
meningkatkan kualitas produk yang akan dihadirkan.
“Mungkin ada beberapa yang perlu ditingkatkan atau diperbaharui baik dari model, bahan, motif dan warna yang lebih variatif,” ujar wanita kelahiran Parepare, 15 Maret 1976 ini
Ibu dari Kayla Azzahrah (14) dan Muhammad Al Hilly (9) ini menceritakan perjalanan bisnisnya yang dirintis dari nol. Sebelum menjadi seorang pebisnis, Fia hanyalah seorang karyawan salah satu bank BUMN yang selalu dikejar target dan kerja under pressure.
Guna terus menarik konsumen wanita yang hobi travelling ini selalu mengeluarkan paling tidak 4 model baru tiap bulannya. Selain memasarkan produknya dia jejaring sosial, Hureen by Fia memiliki outlet di The Lady FX Senayan dan Parepare, Sulawesi Selatan.
Selain itu Hureem by Fia juga getol mengikuti berbagai ajang pameran, bazaar dan fashion show di berbagai pusat perbelanjaan di Jakarta dan beberapa kota lainnya seperti Pejaten Village,
Gandaria City, Kota Kasablanka, Jakarta, Medan, Palembang, Surabaya, Kendari, Makassar dan kota lainnya.
Hureem by Fia juga kerap mengikuti ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2018 di JCC, Jakarta. Bukan hanya di dalam negeri, Hureem by Fia juga kerap mengikuti pameran di luar negeri seperti Halal Festival di Malaysia dan akan segera terlibat dalam pameran fashion di London, Oktober 2018.
10.feminine
care
Sri Purwaningsih, warga Kota Pekanbaru ini sukses
menjalankan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kosmetik.
Saat dijumpai tribunpekanbaru.com,
di Jalan Sekuntum gang Mawar 5, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Sri
Purwaningsing menceritakan cikal bakal ia memulai menjadi produsen kosmetik
satu-satunya di Provinsi Riau yang kini memiliki izin edar dari Badan POM RI
ini.
Rasa prihatin akan
banyaknya produk-produk perawatan kulit di Kota Pekanbaru yang ilegal dan
banyaknya produk luarlah yang membuat ia berani untuk menekuni usaha ini.
"Saat itu saya
melihat disalon-salon atau di spa itu pakai produk perawatan hanya berdasarkan
murah, jadi disitulah saya pikir kenapa saya tidak tangkap peluang ini.
Kemudian kebetulan saat
tahun 2007 ini banyak
produk-produk dari Bali dan sampai di Pekanbaru harganya jadi mahal. Disinilah
saya mulai menangkap peluang," paparnya kepada tribunpekanbaru.com.
Ia mengakui bahwa saat
ini memang konsumen dihadapkan dengan berbagai banyak pilihan kosmetik,
terutama untuk perawatan kulit. Namun, ia juga bisa memastikan bahwa produk
yang ia buat dapat menjadi salah satu pilihan masyarakat karena bahan-bahan
yang digunakan berasal dari bahan-bahan alami. Tidak hanya di Riau, kini
produknya juga sudah dipesan sampai ke Lombok, Kalimantan dan Bali.
"Setrategi saya
itu lebih menangkap peluang yang belum diambil pelaku industri lain dan saat
ini market saya adalah salon-salon dan spa. Baik itu yang ada di Hotel atau
tempat-tempat lainya. Jadi, saya memang awal produksi itu dengan kemasan yang
besar kemudian baru saya ubah yang kecil," katanya.
Mulanya ia menekuni
usaha kosmetik ini dari modal Rp. 250.000 saat Sri masih berusia 35 tahun. Dari
modal kecil tersebut perlahan ia terus berjuang. Hingga akhirnya ia bisa
mengantongi izin edar dari Badan POM RI untuk produk kosmetiknya ini.
Sementara itu, untuk produk yang ia buat saat ini ada tiga jenis. Pertama produk untuk perawatan badan (body care) Kemudian untuk perawatan wajah (facial care) dan produk untuk perawatan kewanitaan (feminine care).
Sedangkan harga yang
ia patok cukup terjangkau. Mulai yang paling murah Rp. 19.000 dan paling mahal
Rp. 84.000. Dari usaha kosmetiknya ini Sri Purwaningsih mendapatkan omzet hingga 40 juta perbulanya.
Ia berharap kedepan usaha yang ia tekuni sejak nol ini semakin berkembang dan produknya bisa diterima masyarakat Indonesia
Inntagram
wwww. Instagram.com/@andalanfeminecare










